Sebuah insiden mengejutkan terjadi di tepi pantai Duga, Danau Galilee, pada Sabtu (13/6) waktu setempat, ketika sekelompok pemukim diserang oleh kawanan serigala. Peristiwa ini mengakibatkan 11 orang terluka, termasuk tiga anak-anak, dan memicu kekhawatiran serius mengenai potensi penyebaran rabies.
Para korban mengalami luka gigitan yang relatif ringan. Namun, situs berita Walla melaporkan bahwa perilaku salah satu serigala sangat tidak biasa, menimbulkan dugaan kuat bahwa hewan tersebut mungkin terinfeksi rabies. Otoritas setempat menekankan pentingnya segera mencari perawatan medis jika terjadi gigitan hewan, mengingat risiko penularan rabies.
Salah satu korban adalah Alice, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, yang diserang saat tidur di tenda. Ibunya, Yelena, menceritakan pengalaman traumatis tersebut. "Kami semua tidur di tenda, saat itu malam hari. Tiba-tiba, putriku Alice berteriak: 'Sakit! Sakit!' Dia benar-benar berteriak. Aku segera menyalakan lampu, dan seluruh wajahnya berlumuran darah. Aku sangat ketakutan," ujar Yelena. Ia menambahkan bahwa hewan yang menggigit putrinya berukuran sangat besar.
Alice segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans, di mana ia menerima vaksinasi dan jahitan pada luka di wajahnya sebelum diizinkan pulang. Yelena mengungkapkan bahwa putrinya kini mengalami trauma mendalam. "Ini sangat menyedihkan, karena kurang dari sebulan lagi dia akan merayakan bat mitzvah (upacara kedewasaan Yahudi untuk anak perempuan), dan beberapa hari lagi, dia akan mengadakan pesta kelulusan sekolahnya," tambahnya.
Semua korban serangan serigala telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, termasuk vaksinasi anti-rabies, dan kini telah dipulangkan. Otoritas Taman Nasional sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan apakah para pengunjung perkemahan diserang oleh anjing liar atau serigala. Penyelidikan ini krusial untuk memahami dinamika insiden dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa bulan terakhir, telah ada laporan mengenai hewan yang terinfeksi rabies di wilayah utara negara tersebut. Hal ini menggarisbawahi perlunya kewaspadaan tinggi terhadap interaksi dengan hewan liar, terutama di area yang diketahui memiliki riwayat kasus rabies.
Bagi komunitas pecinta dan pemilik hewan di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat penting akan beberapa hal:
Santara Labs, melalui platform seperti Rumah Hewan, berkomitmen untuk menyediakan informasi edukatif yang komprehensif mengenai kesehatan dan keselamatan hewan. Memahami perilaku hewan dan mengambil langkah pencegahan yang tepat adalah kunci untuk menjaga keamanan komunitas serta kesejahteraan hewan peliharaan kita.